Marhaban Ya Romadlon
Marhaban Ya Romadlon
Marhaban Ya Romadlon
Judlana Bil Ghufron.
Teringat ketika ikut sholat subuh di masjid Jami' kota Batu sehabis ikut i'tikaf di masjid Taqwa, em...dingin banget dan msh terperinci skl rasanya krn pengalaman spiritual yg sangat indah.
ApalAgi Romadlon tiga tahun yang lalu.....(hem....)
TETAPI......
Dapatkah kita meraih rahmat dari Allah SWT, di ridhoi atau tidak, mabrur atau belum, ber-efek atau tidak pada bulan2 berikutnya? hanya kita sendiri yang menjalankan dan kita sendiri yang akan mengetahuinya.
Akankah kita hingga beberapa hari lagi untuk menjalani ibadah puasa Romadlon tahun ini?
Apa yang sebetulnya akan kita perbuat untuk memperbaiki ibadah kita di bulan berkat ini? Apakah hanya menjalankan rutinitas shalat tarawih pada awal2 bulan berkat menyerupai tahun2 sebelumnya dan melupakan/mengabaikan di tengah hingga final Romadlon?
Akan kah kita lebih sibuk mengurusi urusan dunia, lebih penting mengurusi dunia yang umurnya hanya sekejap ini…?
(Ya, mungkin sibuk membelanjakan uang THR, siap2 beli tiket pulang kampung, siap2 beli baju lebaran dsb). Sehingga Lupa akan ibadah (yg harus dianggap ibadah di kesempatan terakhir ini harus dilakukan secara TOTAL !!)
TOTALitas dalam arti memanfaatkan sebesar-besarnya kesempatan terakhir (hanya Allah SWT yang TAHU!), tidak hanya meraih pahala sebanyak-banyaknya, menjalankan shalat wajib dan sunnah, tapi lebih dari itu.
EFFECT sehabis bulan berkat ini berlalu….
Dan hanya sekedar ikut sahur dan berbuka pada waktunya. Tidakkah pernah mengena makna puasa sesungguhnya?
Shalat 5 waktu, ya hanya shalat saja, tapi belum mengerti juga makna dan tidak mau mengerti dari arti dan esensi sholat itu sendiri (hanya menggugurkan kewajiban)
Banyak sekali orang Islam yang memahami puasa dan ibadah wajib lainnya hanya sekedar ” hadir saja “, yang penting terlakoni secara fisik tapi tidak merubah apa2 secara ruh.
Atau (yang pling parah nih....) puasa hanya pd awal dan hasilnya saja?????,(dengan alasan yg penting ikut puasa dan sanggup ikiut lebaran----Capek deh!!!)
Puasa lewat, kelakuan kita banyak yang tidak berkembang menjadi lebih baik (contoh sederhana, riba jalan terus, ghibah jalan terus, mata jelalatan melihat yg tidak hak, nguping yg tidak perlu, menghardik orang miskin, melecehkan orang miskin, sombong, riya, berbohong, korupsi kecil hingga besar, sogok menyogok, makan urang haram, judi/undian dsb ...
Bisa ga Romadlon tahun ini bs lebih baik dr tahun2 kemarin????......harus donk!!!. (Karena hanya Allah SWT yang MAHA TAHU, apakah ini akan menjadi puasa terakhir kita?)
PUasa Romadlon emang ibadah wajib yang paling berat untuk dilakukan. sampai-sampai tidurnya sj dah termasuk ibadah (maksudnya drpd JJS trus nambah ma'siat) ya mending tidur sj, alasannya beratnya itulah maka Alloh menunjukkan kelebihan2 atau "bonus" di bulan ini menyerupai ; RAhmat, maghfiroh dan ampunan. Artinya Alloh sangat tahu niscaya bila insan itu sifatnya lemah, so dengan di iming-imingi banyak sekali "bonus" tersebut supaya bs semangat, apalagi ada malam seribu bulan.
Puasa tidak hanya menahan lapar loh...( banyak kok orang yang menahan lapar sehari-hari di luar bulan puasa, itu sih gampang… )
Chaiyo! semangat ya......Seperti KanjengNabi klo romadlon mengencangkan ikat pinggangnya, artinya klo bulan romadlon ibadah sunnahnya wajib di tambahin!, ga ada waktu untuk malas2an. Dan biar kita bs mencontoh beliau.Amin
Ya Alloh... Kawulo nyuwun pitulung......., RohmatMu yang selalu saya damba untuk bekal di bulan-Mu!
Wa sholallohu 'alan nabiy.....
Komentar
Posting Komentar