Mendaki Gunung - Menerjemahkan Hidup
Sedikit sekali orang yang bisa memahami keadaan seseorang atau keadaan sekitarnya, jikalau ia tidak terjun eksklusif atau mengalami apa yang dirasakan seseorang dalam kehidupannya. Pencinta Alam atau biasa disebut PA, itulah yang pertama kali orang katakan ketika melihat sekelompok orang – orang ini. Dengan ransel (karier) serat beban, topi rimba plus bandana, baju lapangan,celana yg punya banyak saku dan sepatu gunung , menciptakan mereka kelihatan bagus dan gagah. Hanya sebagian saja yang menatap mereka dengan mata berbinar menyiratkan kekaguman, sementara lebih banyak didominasi lainnya lebih banyak menyumbangkan cibiran, bingung, bahkan kata2 sinis yang keluar dari ekspresi mereka, sambil berkata , “Ngapain cape – cape naik Gunung. Nyampe ke puncak, turun lagi…mana di sana hambar lagi, hi…!!!!!!!”, "huh kurang kerjaan!" dsb. Dan itu yaitu "Salah besar!!" Tapi tengoklah ketika mereka memberanikan diri bersatu dengan alam dan dididik oleh alam. Peduli pada alam me...