Adeeeeem!!!!Segeeeeer!!!!
Alhamdulillah, mungkin awal kalimat posting yg harus saya tuliskan (seharusnya di tambah "ala kulli hal"). Benang yg di setting oleh Moho Gusti jadi Ruwet dalam episode hidup ternyata telah terurai dengan sempurna, tertata dengan rapi dan ternyat lebih indah dan menawan dari sebelumnya. Semua yg menjadi ganjalan beberapa ahad ini telah diberi "pencerahan" yg sangat luar biasa. Puncaknya kemarin sore,hmm...pokoknya mengharukan sekali.
Trimakasih banyak atas nasehat plus semangat dari sahabat2 dunia maya,wlaupun dhohirnya ga pernah berjumpa smoga nanti bs di temukan, walaupun nantinya hanya ruh saja. Heran juga, dunia maya yg selama ini saya anggap hanya "main-main", ternyata bisa memberi efek yg cukup berkesan, entahlah mungkin dr sinilah diriku memang harus lebih jujur mengakui ke maha luasan ilmu-Nya.
Ada beberapa nasihat yg paling nendang banget, yaitu nasihat sobat blog (sekaligus guru), "hmm.. sahabatku yang baik.. raihlah KETENANGAN JIWA.. dengan tiket la hwalla walla quwata.. dalam penyerahan diri total kepadaNYA.." Trus comment (doa) di facebookku dr sobat dan memang sekaligus guru, ia skr di Mekkah untuk menuntut ilmu "Allohumma la takilni ila nafsii thorfata 'ain... Ya Alloh jangan biarin ane ngurusi diri ndiri sjenakpun!! tp Engkau yg urusi diriku.. alasannya yaitu Engkau lebih tahu ihwal aku.."
Nasehat yg bisa menjadikan energi yg dasyat memaksaku untuk berlutut, bersimpuh dan mengalah atas kesombongan, ke egoan dan ketololan diriku. Kesombongan2 yg seharusnya mutlak haknya Tuhan dengan beraninya saya serobot. Keegoisan yg membelenggu dan hampir menyeret saya pada jurang yg amat dalam . Dan ketololanku atas "kegundulan" diriku yg tak pernah saya sadari.
Segala sesuatu niscaya banyak hikmahnya, walaupun kadang *aslinya sih sering banget!* terlambat untuk menyadarinya. Esok niscaya masih adalagi benang2 ruwet yg lain, berharap semoga diri bisa bener2 "nggumantung". Bisa menyadari ke egoisan diri dan dan memahami "kegundulan" diriku dari pada seekor semut yg sekedar lewat di keybordku.
Trimakasih banyak atas nasehat plus semangat dari sahabat2 dunia maya,wlaupun dhohirnya ga pernah berjumpa smoga nanti bs di temukan, walaupun nantinya hanya ruh saja. Heran juga, dunia maya yg selama ini saya anggap hanya "main-main", ternyata bisa memberi efek yg cukup berkesan, entahlah mungkin dr sinilah diriku memang harus lebih jujur mengakui ke maha luasan ilmu-Nya.
Ada beberapa nasihat yg paling nendang banget, yaitu nasihat sobat blog (sekaligus guru), "hmm.. sahabatku yang baik.. raihlah KETENANGAN JIWA.. dengan tiket la hwalla walla quwata.. dalam penyerahan diri total kepadaNYA.." Trus comment (doa) di facebookku dr sobat dan memang sekaligus guru, ia skr di Mekkah untuk menuntut ilmu "Allohumma la takilni ila nafsii thorfata 'ain... Ya Alloh jangan biarin ane ngurusi diri ndiri sjenakpun!! tp Engkau yg urusi diriku.. alasannya yaitu Engkau lebih tahu ihwal aku.."
Nasehat yg bisa menjadikan energi yg dasyat memaksaku untuk berlutut, bersimpuh dan mengalah atas kesombongan, ke egoan dan ketololan diriku. Kesombongan2 yg seharusnya mutlak haknya Tuhan dengan beraninya saya serobot. Keegoisan yg membelenggu dan hampir menyeret saya pada jurang yg amat dalam . Dan ketololanku atas "kegundulan" diriku yg tak pernah saya sadari.
Segala sesuatu niscaya banyak hikmahnya, walaupun kadang *aslinya sih sering banget!* terlambat untuk menyadarinya. Esok niscaya masih adalagi benang2 ruwet yg lain, berharap semoga diri bisa bener2 "nggumantung". Bisa menyadari ke egoisan diri dan dan memahami "kegundulan" diriku dari pada seekor semut yg sekedar lewat di keybordku.
Komentar
Posting Komentar