Orang Aneh....

Cerita kasatmata seorang teman bahkan dapat saya anggap guru juga, dari sosok penampilannya aja bagi orang yang pertama kali melihat niscaya orang dah dapat menyimpulkan kalau teman saya ini termasuk orang sederhana, yah emang sederhana sekali sahabatku yang satu ini termasak dalam kesederhanaan dalam segala aspek hidupnya, dan yang paling sederhana yakni tujuan hidupnya.

Sepat takjub juga waktu pertama kenal dengannya, santun, lemah lembut sekali pada orang yang gres dikenalnya plus gaya bahasanya sangat tawadhu sekali kalau dalam bahasa jawa disebut sumeleh . Em...lihat facenya aja hati jadi adem rasanya...apalagi dapat ngobrol, ketika berbicara semua yang diucapkannya diusahakan biar tidak sia-sia hanya untuk embuang2 waktu aja dan selalu menjaga perasaan teman bicaranya. Enak sekali untuk di ajak berdiskusi sehingga banyak teman yang suka ngobrol dengannya, entah sekedar curhat, ingin minta solusi bahkan dengan terang-terangan minta nasehat juga.

Riwayat pendidikannya dapat dibilang tidak mengecewakan tinggi dulu sambil tinggal di pondok pesantren, juga disempatkanya untuk kuliah juga, bahkan dosennya pun hingga kagum dengan kecerdasannya sehingga ketika ketika tuga selesai atau skripsi dosen pembimbingnya melarang beliau yang mengerjakannya alasannya yakni akan di kerjakan dosen pembimbingnya sendiri.
Kemana-mana perginya ada 2 hal yang tak pernah lupa di bawanya, yaitu seuntai tasbih dan ssebungkus rokok tembakau (thingwe-nglinthing dewe)

Sungguh bersyukur sekali dan alhamdulillah saya dapat dikenalkan Alloh dengan teman yg ibarat ini mungkin di jaman yang srba canggih ibarat ini beliau sangat jauh dari dunia kemodernan, Hp saja tidak punya padahal kalau hanya sekedar untuk membeli hp yang keluaran terbaru saja sangatlah gampang baginya, bukan saja untuk membelinya tapi banyak dari teman yang bahkan sudah membelikannya di tolaknya dengan halus dan lembut, tahu ga kenapa beliau ga mau pegang hape?, jawabannya singkat aja koq "ga butuh!" (hem....hare geenee....ga pegang hape???).
Awal tahun kemarin ini beliau melangsungkan pernikahannya, dengan proses yang cukup singkat sekali yakni hanya 5 hari, yah hanya 5 hari saja dari proses ta'aruf hingga nikahnya....itu[un alasannya yakni beliau di jodohkan dengan Kyai atau ustadnya waktu di pesantren dahulu. Sempat tertegun pula saya melihat foto2 hasil pernikahannya, dapat di bilang lux deh pokoknya, dan denga jujur beliau bilang sesuatu yang tidak pernah terlintas dipikarannya sedikitpun selama hidupnya kalau program pernikahannya semewah itu, resepsi diadakan di villa di sebuah tempat wisata yg cukup populer di jawa timur, pesta yang sangat meriah sekali dan menghabisakan biaya ratusan juta.
Istri yang umurya terpaut separuh umur beliau ternyata berasal dari keluarga yang kaya raya, punya saham di aneka macam perusahaan, menguasai pasaran kain di berbaga kota besar juga.tapi yang menarik yakni istrinya termasuk oarang yang dapat di bilang zuhud juga.Masya Alloh...

Sebuah Rumah terletak di kawasan perbukitan yang indah dan glamor plus akomodasi lengkap seharga milyaran rupiah tlah menyambutnya. Namun ketika ini istrinya malah di boyong ke kampung halaman di kawasan pedesaan dan rumah yang sederhana untuk melanjutkan cita-citanya dahulu ketika masih kuliah untuk menciptakan sebuah pondok pesantren di desanya, dan alhamdulillah saaat ini sudah terwujud 80% infrastruktur itupun dengan biaya sendiri, kalaupun ada orang yang ngin menyumbang beliau tolak secara halus dan sopan juga, alasannya yakni dulu pernah di beri amanah oleh salah satu Kyai/ustadnya kalau ingin menciptakan pesantren usakan semaksimal mungkin dengan biaya sendiri dan kini sudah ada beberapa santri yg tinggal disana.

Hmm....aneh, asing dan asing sekalli....banyak keganjilan dari teman ini, dan yang paling asing yakni istiqomahnya menjaga keganjilan dalam setiap waktu hidupnya yang aneh...bagiku....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setengah Dari Tanda Bahwa Orang Itu Bersandar Pada Amal Usahanya

Mulut Ini Tdk Prnh Jemu Menyuap Rejekimu

Haul Abuya Sayyid Muhammad Alawi