Mentari Untuk Anna

Seorang gadis sebut saja namanya Anna sedang sibuk bolak-balik sebuah buku tebal,materi kuliah mungkin, terlihat serius sekali.Namun matanya juga tak pernah berhenti untuk sekedar melirik laptop yg ada didepannya dan terlihat sekali ada kegelisahan. Ya, Anna sedang gelisah menunggu seseorang yg online.

Direbahkan tubuhnya, untuk melepas penat dan di ambilnya seuntai tasbih dan diputar pelan2, "Tiada daya dan upaya selain kehendakMU!. Lepaslah segala beban yg ada dihati dan fikirannya. Termasuk juga beban banyaknya tugas2 kuliah, skripsi dan persiapan ujian final semester.

"Kenapa dengan diriku?" tanyan Anna dalam hati. Yah....dia sedang jatuh cinta (kejatuhan cinta mungkin).

Angga, sosok yg hanya dikenal lewat dunia chat bisa sedikit mengoyak keteguhan hatinya. Sosok yg masih misterius bagi Anna (datang tak di jemput, pulang tak diantar==> jailangkung??), Namun bisa menciptakan Anna jd mencicipi sedikit warna pada hidupnya . Anna pernah dibentuk tersenyum, tertawa, bingung, gundah, BT, murung bahkan jengkel dan super mangkel juga (cinta emang repot dan cenderung ngrepoti!). Tapi mungkin juga alasannya yaitu kelicikan Angga dalam memainkan jari ketika chat dg Anna ia pun juga ga tahu. Tapi yg terang Anna dah tahu klo Angga dah punya seseorang yg special jauh sebelum kenal dengan dirinya.

Anna mencoba menulusuri hatinya lebih dalam "bodohkah aku?", enggak!! cinta yaitu karunia, ga mungkin segala sesuatu terjadi tanpa ada "aktor"di baliknya.

"Salahkah diriku????"

Sebuah Instant messege dari Angga membuyarkan muhasabah Anna " An, maaf atas segala salah dan khilafku, saya terlalu egois!, Jangan salahkan dirimu, saya yang salah..dan memang patut untuk di salahkan...., seandainya kita enggak ........."

Yah...Anna terlalu jujur mungkin (jujur kacang ijo). Kejujuran yang mahal banget harganya, ia pun harus mencicipi sakitnya menjadi "sephia".

Air matanya tak terasa mengalir,

"sedihku sakitku, ku terima.. ku rela ku pasrah,
jalanku..Ini suratan, saya di coba..
demi rahmatMu ku memohon.....
Ya Alloh..redhai ketulusan hati...
Ya Alloh beri saya ketabahan...
Ya Alloh, saya mampu berkorban demi rahmatMu, Ya Alloh.."

lantunan doa sekaligus curhat padaNya, doa yg simple namun punya banyak makna, hanya dirinya sendiri yang tahu...(swear!bikin merinding doa Anna!)

Di matikan laptopnya dan kembali rebahan lagi, memandang sinar purnama dari sudut jendela kamarnya,

"esok masih ada mentari yg jauh lebih bercahaya dari pada sekedar purnama"
bisikan lembut di telinganya, bunyi yang tidak pernah ia kenali....


Semakin di genggam bersahabat tasbihnya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setengah Dari Tanda Bahwa Orang Itu Bersandar Pada Amal Usahanya

Mulut Ini Tdk Prnh Jemu Menyuap Rejekimu

Haul Abuya Sayyid Muhammad Alawi