Hardiknas (Catatan Yang Terselip)

"Mencerdaskan kehidupan bangsa",sebuah kalimat amanah dr undang2 dasar pastinya dah banyak di hafal sama anak SD di negri ini. Namun amanah yg di gagas 54 tahun yg kemudian bisa di bilang jauh dr harapan.

Miris kalau melihat tayangan di tv. Sekolah spt sangkar ternak,bahkan spt gubuk,penyitaan sarana pendidikan oleh pemborong dan lain2. Menyedihkan sekali, pemerintah memang punya standar (baca undang2) yang anggun namun implikasinya jauh dr standar tsb.


Di jawa sendiri yg notabene perkembangan pendidikannya bisa di bilang lebih maju dr wilayah lain trnyata infrastruktur yg tdk sesuai dg standar pendidikan sndri. Trus gmn dg kawasan yg di luar jawa??

Anggaran pendidikan yg 20% dr APBN yg konon katanya merupakan anggaran tertinggi dlm sejarah negri ini supaya bukan hanya untuk gambaran politik saja.Memang ada BOS serta bantuan2 lain yg bersifat meringankan beban orang dlm menyekolahkan anak. Namun juga jangan dilupakan betapa dengan mudahnya ditemukan anak usia sekolah yg tidak sekolah.

Bicara ihwal anggaran di negri ini pastinya jg tdk lepas dr namanya mafia, yach sudah menjadi diam-diam umum klo dalam dunia pendidikan jg banyak mafianya.

Di sisi lain,dengan segala keterbatasan dan kekurangannya pendidikan di negri ini trnyata masih juga bisa mencetak tokoh2 besar yg bermanfaat bg negri tercinta. Namun pendidikan haruslah selalu dibenahi dan ditingkatkan spy bisa membentuk budaya yg bermoral dlm lingkungan akademis dan tidak hanya sekedar dicekoki hafalan yg endingnya hny di uji balasan yg berupa aksara aja (a,b,c,d dan e).

Yup,pendidikan pastilah tdk akan lepas dr tokoh yg bergelar "guru". Terima kasih tak terhingga untuk beliau2 yg bergelar "guru", yang memang benar2 bisa "di gugu" dan "di tiru".

*walah mung iso ngomong thok!*^_^

wallohua'lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setengah Dari Tanda Bahwa Orang Itu Bersandar Pada Amal Usahanya

Mulut Ini Tdk Prnh Jemu Menyuap Rejekimu

Haul Abuya Sayyid Muhammad Alawi